Pada era globalisasi, semakin banyak perkembangan penyakit yang terjadi di dunia baik penyakit yang dapat menular maupun penyakit tidak menular. Pada tahun 2019, dunia dilanda dengan wabah COVID-19, suatu penyakit pernapasan yang penularannya sangat cepat dan kemudian ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada 2020. Selain penularan yang cepat, COVID19 juga menyebabkan gejala dan komplikasi yang cukup berat pada orang yang terjangkitnya, sehingga memberikan dampak yang cukup besar pada aspek kesehatan di dunia. Pada tahun 2020, vaksin COVID19 pertama dikembangkan dan pertama kalinya tersedia untuk masyarakat melalui Emergency Use Authorization (EUA) oleh Food and Drug Administration (FDA). Sejak saat itu, vaksin COVID19 diakui secara luas atas perannya dalam mengurangi tingkat keparahan serta kematian yang disebabkan oleh COVID19. Vaksin COVID19 juga dilaporkan mencegah kematian sebesar 14,4 hingga 19,8 juta kematian di 185 negara dari 2020 hingga 2021. Belajar dari COVID19, fenomena ini mengingatkan kita bahwa vaksinasi merupakan aspek penting dalam pencegahan suatu penyakit. Vaksinasi tidak hanya memberikan proteksi kepada seorang individu, namun juga memberikan proteksi pada orang terdekat kita dengan meminimalisir paparan agen infeksius terhadap orang lain. Vaksinasi juga tidak hanya melindungi seseorang dari suatu penyakit, namun juga menurunkan angka kematian hingga dapat menyebabkan eradikasi dari suatu penyakit.
Be the first to review “Psikosomatik dan Paliatif: Perjalanan dan Perkembangan di Indonesia”