Saat ini, kasus IBD semakin banyak ditemukan dan belum sepenuhnya mampu diatasi secara optimal. Manifestasi ekstraintestinal pada IBD merupakan tantangan klinis tersendiri yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien secara signifikan. Oleh karena itu, dibutuhkan panduan klinis yang menjadi acuan dalam praktik sehari-hari bagi para dokter, baik di tingkat layanan primer maupun rujukan.
Mempertimbangkan hal di atas serta memperhatikan perkembangan dan teknologi kedokteran saat ini khususnya di bidang gastroenterologi, maka Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) menyusun konsensus ini berdasarkan bukti ilmiah terkini dengan melibatkan multidisiplin berbagai perhimpunan lain, Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), Perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). Besar harapannya, pembaruan Konsensus ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi para dokter, baik dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam maupun dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi.










Be the first to review “Konsensus Nasional Penatalaksanaan Inflammatory Bowel Disease (IBD) dengan Manifestasi Ekstraintestinal di Indonesia Tahun 2025”